BRMP Buah Tropika Sosialisasikan PM-AAS di Kabupaten Tanah Datar
Dalam rangka mendukung percepatan swasembada pangan nasional, BRMP Buah Tropika melaksanakan Sosialisasi Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS). Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada 14–16 Juli 2026 sesuai arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia.
Di Kabupaten Tanah Datar, sosialisasi berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026, di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lintau Buo. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala BRMP Buah Tropika, Adha Fatmah Siregar, M.P., M.Sc., Ph.D., didampingi Ketua Tim Kerja Layanan Pendayagunaan Hasil, Dr. Andre Sparta, S.P., M.Sc., serta Tim Satuan Tugas Pangan BRMP Buah Tropika.
Sosialisasi dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, yaitu Kepala Bidang Tanaman Pangan Desi Marlinda, S.P., Ketua Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Tanah Datar Yuzinofris, S.P., Liaison Officer (LO) Swasembada Pangan Kabupaten Tanah Datar dari BRMP Sumatera Barat Tatit Sastrini, S.P., Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), para penyuluh pertanian, serta petani dari Kecamatan Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Padang Ganting, dan Tanjung Emas.
Dalam sambutannya, Adha Fatmah Siregar menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian terus mendorong penerapan inovasi pertanian modern yang telah diterapkan di berbagai daerah, seperti Pulau Jawa dan Sulawesi, serta diperkenalkan pada Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Salah satu inovasi tersebut adalah PM-AAS yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan usaha tani.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep dan implementasi PM-AAS oleh Tatit Sastrini. Selanjutnya, Desi Marlinda memaparkan kebijakan pembangunan pertanian dalam mewujudkan RPJMD Kabupaten Tanah Datar yang selaras dengan kebijakan nasional di sektor pertanian.
Pada sesi berikutnya, Adha Adha Fatmah Siregar menyampaikan materi mengenai rekomendasi pemupukan, Alternate Wetting and Drying (AWD), serta teknik panen. Materi tersebut mencakup pengelolaan kesuburan tanah, rekomendasi pemupukan berimbang, pengelolaan air melalui metode AWD, pemantauan kondisi lahan, hingga penerapan teknik panen yang tepat untuk meningkatkan hasil dan kualitas produksi.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, penerapan teknologi pertanian modern diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Semangat kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan petani menjadi kunci dalam mewujudkan transformasi pertanian yang lebih maju, adaptif, dan berdaya saing. Pertanian Modern, Petani Sejahtera. (IJ)